Sastra Sejarah Punya Kresna
Membicarakan perang dunia sebenarnya masih terlalu tabu bgi
orang lain, atau mungkin bagi bangsa lain jika kita melompat lebih jauh.Saya
sendiri sebenarnya sangat tertarik untuk mengetahui tentang perang dunia itu
sendiri. Perang adalah saat dimana dua kubu saling tarik menarik urat, saling
memelotot antar satu sama lain, dan menganggap hal yang dimilikinya adalah hal
yang paling benar begitupun sebaliknya.
Tapi bagi saya perang sendiri tak ubahnya pertengkaran biasa
anak kecil. Dua Negara yang masing – masingnya berebutan kue yang manis dan
sangat lezat yaitu kue kekuasaan. Yang mana kadang kue itu dibagi – bagi untuk
kelompoknya sendiri atau mungkin hanya dimakan sendiri. Dan cara- cara untuk
mendapatkan itu tak pernah lebih dari cara – cara kotor. Lumpur – lumpur kotor
yang membuat kita selalu menghalalkan segala cara entah itu dengan mengangkat
bedil, membuat maneuver di diplomasi, atau meningkatkan ujaran ujaran penuh
kebohongan.
Bagi bumi ini sendiri, sudah terjadi dua kali perang
berskala besar yang terjadi sejak era globalisasi. Perang hebat yang membakar bumi, membunuh
jutaan orang, dan menghilangkan orang – orang yang kita sayangi. Dimana – mana api
besar membakar, menghanguskan rumah dan ketenangan batin orang banyak. Dari
Asia , Amerika , Afrika, semua benua turut serta mengamankan kepentingannya
masing – masing di kontes gulat raksasa ini. Seperti di perang dunia II, semua Negara
turut serta, tidak ada yang menonton, bahkan konsep wasit dan juri yang
dibangun lewat LBB sudah ditendang jauh – jauh.
Selanjutnya kita semua mengenal banyak tokoh di buku sejarah
kita lewat perang dunia II ini. Ada sosok megalomaniak, pemimpin yang
memopulerkan kebijakan anti semit dan blitzkrieg bernama Adolf Hitler. Bergeser
ke timur ada pria berkumis bertubuh besar pemimpin Bolshevik Joseph Stalin. Ada
pula presiden yang meskipun berjalan dibantu dengan kursi roda mampu menembus
batas – batas samudra atlantik yang dikuasai ribuan U – boat.
Di awal catatan ini, saya ingin merawat ingatan saya tentang
apa yang saya dengar dan lihat di Natgeo Channel TV tentang cerita di perang
yang pernah terjadi di dunia, terlebih perang dunia II. Mungkin akan ada kata
yang salah baik secara redaksional atau mungkin bisa lebih parah yaitu
kesalahan dalam penyajian informasi itu sendiri. Hal ini sepertinya akan sangat
dimungkinkan karena menyadari penulis hanya penggemar dan bukan ahli dalam
sejarah lebih - lebih pelaku sejarah itu sendiri. Karena sebenarnya dengan ini
saya ingin pandai dalam menulis, sehingga dalam tulisan selanjutnya mungkin
anda akan melihat hasil eksperimen saya dengan kosa kata baru yang saya dapat entah
dari tulisan di Koran atau di buku lain. Saya juga menyadari bahwa pendekatan
sejarah yang saya tulis kali ini tidak boleh ada campur tangan pribadi ketika
saya alpha dalam mengetahui informasi, walaupun hal tersebut kelak jika
dibuktikan akan benar secara sejarahnya, tapi awalnya saya belum tahu. Karena
sejarah tidak akan pernah bisa diseret seret untuk masuk ke sastra. Namun,
sastra lingkupnya sangat dinamis sehingga bisa mengakomodir sejarah di
dalamnya. Jadi saya menyebut ini adalah percobaan sastra sejarah very saya,
Kresna Muharram
Comments
Post a Comment