Puisi Politik
Namanya unik hurufnya ada enam meskipun ada enam aku memegangnya erat – erat Kubilang pada ibuku aku mau yang enam ini kalau lima udah punya Gusti Allah karena kalau empat hatiku bakal kacau Ibuku boleh ibu dia iya dan ibu dianya lagi iya ibuku ibuku ibunya dan ibu dianya besan Kubilang pada ibuku aku tak mampu lagi Kutawarkan dia mahkota indah dari lampu – lampu yang kurangkai sendiri tapi dia meminta berteman dengan bintang berteman dengan matahari putih yang indah itu mungkin dia tidak pernah masuk SMP tidak tahu kalau bintang itu bola panas terbentuk dari api berpijar – pijar kudatang memberi banteng yang indah dia mau tapi dia tetap minta matahari putihnya Mungkin dia sudah lupa jika satu – satunya barang terbesar yang kita mampu sentuh ya bumi ini saja Sekali waktu dia menelpon gawaiku melupakan matahari berkata aku ingin bertemu kamu Fahri Fahri bertemu Fadhli Fadli bertemu wowo wowo bertemu joko joko bertemu cebong Wa...