Puisi Politik
Namanya unik
hurufnya ada enam
meskipun ada enam aku memegangnya erat – erat
hurufnya ada enam
meskipun ada enam aku memegangnya erat – erat
Kubilang pada ibuku aku mau yang enam ini
kalau lima udah punya Gusti Allah
karena kalau empat hatiku bakal kacau
kalau lima udah punya Gusti Allah
karena kalau empat hatiku bakal kacau
Ibuku boleh
ibu dia iya dan ibu dianya lagi iya
ibuku ibuku
ibunya dan ibu dianya besan
ibu dia iya dan ibu dianya lagi iya
ibuku ibuku
ibunya dan ibu dianya besan
Kubilang pada ibuku aku tak mampu lagi
Kutawarkan dia mahkota indah dari lampu – lampu yang kurangkai sendiri
tapi dia meminta berteman dengan bintang
berteman dengan matahari putih yang indah itu
mungkin dia tidak pernah masuk SMP
tidak tahu kalau bintang itu bola panas terbentuk dari api berpijar – pijar
Kutawarkan dia mahkota indah dari lampu – lampu yang kurangkai sendiri
tapi dia meminta berteman dengan bintang
berteman dengan matahari putih yang indah itu
mungkin dia tidak pernah masuk SMP
tidak tahu kalau bintang itu bola panas terbentuk dari api berpijar – pijar
kudatang memberi banteng yang indah
dia mau
tapi dia tetap minta matahari putihnya
Mungkin dia sudah lupa
jika satu – satunya barang terbesar yang kita mampu sentuh ya bumi ini saja
dia mau
tapi dia tetap minta matahari putihnya
Mungkin dia sudah lupa
jika satu – satunya barang terbesar yang kita mampu sentuh ya bumi ini saja
Sekali waktu dia menelpon gawaiku
melupakan matahari
berkata aku ingin bertemu kamu Fahri
melupakan matahari
berkata aku ingin bertemu kamu Fahri
Fahri bertemu Fadhli
Fadli bertemu wowo
wowo bertemu joko
joko bertemu cebong
Waktu itu dia datang sambil menangis
sambil berkata tak bisa hidup tanpaku
sambil berkata tak bisa hidup tanpaku
Hey, aku bukan hidungmu
aku juga bukan mulutmu
aku bukan kepalamu yang kalau hilang bakal buatmu mampus
aku juga bukan mulutmu
aku bukan kepalamu yang kalau hilang bakal buatmu mampus
Dia menangis
berkata aku egois
Dia beralasan sudah sayang sejak dulu
Bertangis – tangis berkata aku tak bisa meninggalkanmu
berkata aku egois
Dia beralasan sudah sayang sejak dulu
Bertangis – tangis berkata aku tak bisa meninggalkanmu
Seabad seratus tahun
sedekade sepuluh tahun
sewindu delapan tahun
aku tak bisa meninggalkanmu Cuma berumur delapan bulan
sedekade sepuluh tahun
sewindu delapan tahun
aku tak bisa meninggalkanmu Cuma berumur delapan bulan
Tepat bulan ini
seumur usia zigot jadi jabang bayi dikurangi sebulan
sudah kuduga
kamu yang katanya mencintai
sudah kuduga akan ingkar juga
seumur usia zigot jadi jabang bayi dikurangi sebulan
sudah kuduga
kamu yang katanya mencintai
sudah kuduga akan ingkar juga
Comments
Post a Comment